Monday, 11 May 2015

Verb as Complement

Pengertian Complement
Complement adalah kata atau kelompok kata yang melengkapi makna dari subject, verb, atau object. Dengan demikian, ada tiga macam complement, yaitu: subject, verb, danobject complement.
Subject Complement
Pengertian Subject Complement
Subject complement adalah noun, pronoun, adjective, atau konstruksi lain (berperan sebagai noun atau adjective) yang mengikuti verbs of being atau linking verb serta berfungsi menerangkan atau merujuk subjek kalimat.
Subject complement terbagi menjadi tiga yaitu: predicate adjective (subjek dihubungkan dengan adjective), predicate noun (subjek dihubungkan dengan noun), dan predicate pronoun (subjek dihubungkan dengan pronoun).
Contoh Subject Complement [SC= bold, linking verb= italic]
Contoh Kalimat Subject Complement
Keterangan
Mr. Mamat was a great headmaster.
(Mr. Mamat adalah kepala sekolah yang hebat.)
headmaster (predicate noun)= menerangkan subjek (Mr. Mamat);
a, great= modifier yang menerangkan headmaster;
a great headmaster= noun phrase
That lady is very beautiful.
(Wanita itu sangat cantik.)
beautiful (predicate adjective)= menerangkan subjek (lady);
very = modifier yang menerangkan beautiful;
that lady= noun phrase
These are yours.
(Ini milikmu.)
yours (predicate pronoun)= menerangkan subjek (this);
these= demonstrative pronoun
The noodle tasted delicious.
(Mie tsb terasa lezat.)
delicious (predicate adjective)= menerangkan subjek (noodle);
the noodle= noun phrase
My favorite activities are shoppingand traveling.
(Aktivitas favoritku adalah belanja dan jalan-jalan.)
shopping, traveling (gerund)= menerangkan subjek (activity);
my favorite activity= noun phrase
His dream is to win a cooking contest.
(Impiannya adalah menang kontes masak.)
to win a cooking contest (infinitive)= menerangkan subjek (dream);
his dream= noun phrase
Verb Complement
Verb complement adalah direct object (DO) atau indirect object (IO) dari suatu action verb. Objek-objek tersebut dapat berupa noun, pronoun, atau konstruksi lain yang berakting seperti noun, seperti: gerund, infinitive, dan noun clause.
Contoh Verb Complement [DO= bold; IO= italic]:
Contoh Kalimat Verb Complement
Direct Object
Indirect Object
My boss paid me two thousand dollars.
(Bosku membayarku dua ribu dollar.)
noun phrase
pronoun
I love swimming.
(Aku suka berenang.)
gerund
–
She wanted to go.
(Dia ingin pergi.)
infinitive
–
He discovered that creating a website is quite easy.
(Dia mendapati bahwa membuat sebuah website cukup mudah.)
noun clause
–

PENGERTIAN GERUND
Gerund adalah suatu kata yang dibentuk dari verb dengan ditambahkan suffix -ingdan berfungsi sebagai noun. Walaupun berfungsi sebagai noun namun masih bertingkah seperti verb jika berada di dalam frasanya (gerund phrase), seperti: diikuti direct object jika gerund berasal dari transitive verb atau dibatasi maknanya dengan adverb.

Kata ini merupakan verbal, yaitu suatu kata yang dibentuk dari kata kerja, namun berfungsi sebagai part of speech lain. Verbal yang lain yaitu infinitive dan participle. Seperti verbal lainnya, kata ini lebih umum untuk menamai action (aksi) atau state of being (keadaan).
Contoh Gerund: Swimming, walking, playing, building

Contoh:
Has Ryan admitted killing eleven people yet? (Apakah Ryan telah mengakui membunuh 11 orang?).
I appreciated being given suggestions by her. (Saya menghargai diberi saran-saran oleh dia).
Tony always avoids answering my questions. (Tony selalu menghindar menjawab pertanyaan-pertanyaan saya).
I enjoyed being with you last night. (Saya menikmati bersama dengan kamu tadi malam).
Have you finished reading the book yet? (Apakah kamu telah selesai membaca buku itu?)
They prefer playing football to studying. (Mereka lebih milih/suka main sepakbola daripada belajar). Note: Verb prefer jika diikuti oleh gerund, pola kalimatnya berbeda dengan jika diikuti oleh invinitive.
I can’t help worrying about the upcoming exam. (Saya tidak bisa berhenti mengkhawatirkan ujian yang segera/sudah dekat itu).
I want to stop smoking. (Saya mau berhenti merokok). Dalam kalimat ini, subject I berkeinginan untuk tidak merokok-merokok lagi.
My brother always remembers locking his car. (Kakak saya selalu ingat mengunci mobilnya). Selama ini, mobilnya belum pernah dalam keadaan tidak terkunci. Note: Gunakan gerund setelah verb remember jika aktivitasnya sudah dilakukan in the past.
My brother never forgets locking his car. (Kakak saya tidak pernah lupa mengunci mobilnya). Sama dengan contoh 7, selama ini, mobilnya belum pernah dalam keadaan tidak terkunci. Note: Gunakan gerund setelah verb forget jika aktivitasnya sudah dilakukan in the past.


Setelah prepositions
Sebelum diikuti oleh gerunds, prepositions (kata depan) biasanya mengikuti verbs, adjectives, atau nouns.

Verbs + prepositions + gerunds
Phrase pada table berikut adalah verbs + prepositions yang selalu diikuti oleh gerund (tidak pernah diikuti oleh infinitive.)

Contoh:
He gave up smoking because of his doctor’s advice. (Dia berhenti merokok karena saran dokternya).
Jenny insisted on buying that cellphone instead of this one. (Jenny bersikeras untuk membeli HP itu daripada HP ini).
Have you ever thought of studying abroad? (Pernahkah kamu berfikir untuk belajar di luar negeri?)
After a long trial and error, he finally succeeded in fixing his laptop. (Setelah lama mencoba-coba, dia akhirnya berhasil memperbaiki laptopnya).
My older sister objected to not being allowed to go out wit her friends. (Kakak saya keberatan tidak diijinkan keluar rumah dengan teman-temannya).
I am looking forward to seeing you soon. (Saya (sedang) sangat menantikan untuk bertemu denganmu segera). INCORRECT jika: I am looking forward to see you soon.
No one has confessed to stealing my money yet. (Tak seorang pun yang telah mengaku mencuri uang saya). INCORRECT jika: No one has confessed to steal my money yet.


Adjectives + prepositions + gerunds
Phrase pada table berikut adalah adjectives + prepositions yang selalu diikuti oleh gerund (tidak pernah diikuti oleh infinitive.)

Contoh:
Will you be capable of finishing your work by noon tomorrow? (Apakah kamu (akan) bisa menyelesaikan pekerjaanmu sebelum jam 12 siang besok?).
Are you afraid of sleeping in the dark? (Apakah kamu takut tidur dalam keadaan gelap?).
I am tired of studying all day long. Let’s go out to have fun. (Saya lelah (karena) belajar seharian. Ayo kita cari kesenangan di luar).
Judith is fond of singing while taking a shower. (Judith gemar menyanyi ketika sedang mandi shower).
Bobby is accustomed to buying roses for his girlfriend. (Bobby terbiasa membeli mawar untuk pacarnya).


Nouns + prepositions + gerunds
Phrase berikut adalah nouns + prepositions yang selalu diikuti oleh gerund (tidak pernah diikuti oleh infinitive.)



Contoh:
The teacher gave us a choice of taking another exam. (Guru itu memberi kita pilihan untuk mengikuti ujian lagi).
I am so sorry. I had no intention of hurting your feeling. (Saya sangat menyesal. Saya tidak punya maksud untuk menyakiti hatimu).
He always has an excuse for being late. (Dia selalu punya alasan kenapa (dia) telat).
There is no possibility of recruiting new employees during recession we are facing now. (Tidak ada kemungkinan untuk merekrut pegawai baru selama resesi yang sedang kita hadapi sekarang).
Have you found the best method for improving your English yet? (Apakah kamu sudah menemukan metode terbaik untuk meningkatkan (kemampuan) bahasa Inggris kamu?)
Your reason for getting bad grades is a big nonsense. (Alasan kamu kenapa nilai-nilai kamu jelek adalah omong kosong/bualan belaka).


Gerunds as Modifiers
Sering kita temukan kalimat yang menggunakan modifier berupa clause (i.e. prepositions + S + V). Jika subject dari main clause dan modifier tersebut sama, subject dari modifier tersebut dapat dihilangkan, tetapi verbnya berubah menjadi gerund.

Contoh:
After doing the homework, I will play football. = After I do my homework, I will play football.
Cats usually snore while sleeping. = Cats usually snore while they ( the cats) are sleeping.
I had had a very bad English before reading these articles. = I had had very bad English before I read these articles.
Besides watching movies, I like reading novels. = Besides I like watching movies, I like reading novels.
Because of not studying well, I didn’t pass the test. = Because I didn’t study well, I didn’t pass the test. Note: Penggunaan because of dan because adalah berbeda. Can you see the difference?


Penggunaan (pronoun/noun) sebelum gerunds
Pada pola-pola di atas, sebelum gerund  juga dapat disisipi pronoun dalam bentuk possessive adjectives (i.e. my, your, his, her, its, their, our) atau oleh noun dalam bentuk possessive (i.e. noun+’s, misalnya:  John’s, Rini’s, Indonesia’s, ect).



Note: 
Perhatikan perbedaan pronoun yang digunakan pada infinitive.
  
Contoh:
We are looking forward to your coming next week. (Kami sangat menantikan kedatanganmu minggu depan).
My father doesn’t approve of my brother’s marrying her. (Ayah saya tidak menyetujui kakak saya mengawini dia).
They resented the teacher’s not announcing the exam sooner. (Mereka menyesalkan pak guru yang tidak mengumumkan ujian lebih awal).
He objected to my calling his girlfriend last night. (Dia keberatan atas telpon yang saya lakukan ke pacarnya tadi malam).
We all regret Danny’s not going to school anymore. (Kita semua menyesalkan Danny yang tidak sekolah lagi).
Before my sister’s leaving for Bali next week, my parents are going to have a small gathering at home this weekend. (Sebelum saudara perempuan saya berangkat ke Bali minggu depan, orang tua saya akan mengadakan acara ngumpul di rumah akhir pekan ini).
After his confessing to using drugs, Maria didn’t want to see him again. (Setelah dia mengaku menggunakan narkoba, Maria tidak ingin bertemu  dia lagi).


Negative form Gerunds Bentuk negative gerunds dibuat dengan dengan menempatkan adverbNOT di depan gerund tersebut.
She regretted not seeing her boyfriend last weekend.(Dia menyesal tidak bertemu pacarnya akhir pekan lalu).
Students are usually worried of not getting good grades. (Murid biasanya cemas tidak akan mendapatkan nilai bagus).
The criminal insisted on not telling the truth even though the policemen had tortured him. (Penjahat itu bersikeras tidak menceritakan yang sebenarnya walaupun polisi telah menyiksanya).

Exercises: Verbs as Complement
Choose the correct form of the verb in parentheses in the following sentences:
1.      The teacher decided (accepting/to accept) the paper.
2.      They appreciate (to have/having)this information.
3.      His father doesn’t approve of his (going/to go)to Europe.
4.      We found it very difficult (reaching/to reach) a decision.
5.      Donna is interested in (to open/opening) a bar.
6.      George has no intention of (to leave/leaving) the city now.
7.      We are eager (to return/returning) to school in the fall.
8.      You would be better off  (to buy/buying) this car.
9.      She refused (to accept/accepting) the gift.
10.  Mary regrets (to be/being) the one to have to tell him.
11.  George pretended (to be/being) sick yesterday.
12.  Carlos hopes (to finish/finishing) his thesis this year.
13.  They agreed  (to leave/leaving) early.
14.  Helen was anxious (to tell/telling) her family about her promotion.
15.  We are not ready (to stop/stopping) this research at this time.
16.  Henry shouldn’t risk (to drive/driving)so fast.
17.  He demands (to know/knowing) what is going on.
18.  She is looking forward to (retun/returning) to her country.
19.  There is no excuse for (to leaving/leaving)the room in this condition.

20.  Gerald returned to his home after (to leave/leaving) the game.

Referensi :

http://nikenwp.blogspot.com/
http://meginugrahawa.blogspot.com/2015_04_01_archive.html
https://yaticancerina.wordpress.com/2011/10/28/exercises-verbs-as-complements/

AFFIRMATIVE AND NEGATIVE AGREEMENT

Affirmative Agreement
DEFINISI : Affirmative agreement merupakan (kesesuaian) yang digunakan ketika seseorang       melakukan sesuatu dan menambahkan bahwa ada orang lain yang melakukan sesuatu yang sama

JENIS : Ada dua jenis affirmative agreement
Positif : yaitu kata "and" dan  "so"
Negative : yaitu kata "either" dan "neither"Sebenarnya kata so, too, dan also mempunyai arti yang sama yaitu juga, pula, pun. Tapi dalam penggunaannya terdapat perbedaan, so digunakan sebelum tobe(s) dan auxilliaries(kata bantu).
Example:


1.      My wife will talk to him and so will I
2.      My wife has talked about it, and so have I
3.      My wife talked about it, and so did I        
4.      My wife is talking about it, and so am I

Sedangkan too dan also digunakan setelah tobe(s) dan auxilliaries.
Example:


1.      My wife will talk to him and I will too
2.      My wife has talked about it, and I have too
3.      My wife talked about it, and I did also
4.      My wife is talking about it, and I am also

~When indicating that one person or thing does something and then adding that another does the same, use the word “so” or “too”. To avoid needless repetition of words from the affirmative statement, use the conjunction “and”, followed by a simple statement using so or too. The order of this statement will depend on whether so or too is used.


1.      When a form of the verb be is used in the main clause, the same tense of verb be is used in the simple statement that follows.
2.      Affirmative statement (be) + and + [ S + verb (be) + too] 

 Example: I am happy and you are too.

Affirmative statement (be) + and + [ so + verb (be) + S  
Example: I am happy and so are you.


~When a compound verb (auxiliary +verb), for example, will go, should do, has done, have written, must examine, etc., occurs in the main clause, the auxiliary of the main verb is used in the simple statement, and the subject and verb must agree. 

Affirmative statement (compound verb) + and + [ S + auxiliary only + too ] 
Example: Edward should do his homework and Bella should too. 

Affirmative statement (compound verb) + and + [ so + auxiliary only+S ] 
Example: Edward should do his homework and so does Bella.



~When any verb except be appears without any auxiliaries in the main clause, the auxiliary do, does, or did is used in the simple statement. The subject and verb must agree and the tense must be the same. 

Affirmative statement (single verb except be) + and + [ S + do, does ,or did + too ] 
Example: Jackson plays guitar every day and Jessica does too. 

Affirmative statement (single verb except be) + and + [ so + do, does, or did + S ] 

Example:


1.      Mark sung “moments” and so did Kevin.
2.      We want to buy a fountain, and she does too.
3.      My mother likes traveling, and so do their mother.
4.      My brother invites him to the party, and my sister does too.
5.      They wrote a good poem, and so did he.
6.      Fred cooked fried rice for his breakfast, and Tina did too.

Additional Examples: 


1.      Rose likes to fly, and her brother does too. 
2.      They will leave at noon, and I will too. 
3.      He has an early appointment, and so do I. 
4.      She has already written her composition, and so have her friends. 
5.      Their plane is arriving at nine o’clock, and so is mine. 
6.      I should go grocery shopping this afternoon, and so should my neighbor. 
7.      We like to swim in the pool, and they do too. 
8.      Our Spanish teacher loves to travel, and so do we. 
9.      He has lived in Mexico for five years, and you have too. 
10.  I must write them a letter, and she must too. 


Negative Agreement
Hampir sama dengan penjelasan affirmative agreement di atas, neither dan either memiliki arti yang sama yaitu: tidak keduanya, atau kedua-duanya tidak.
Untuk neither digunakan sebelum auxilliary verb, for example:


1.      My roommate won't go, and neither will I
2.      My roommate hasn't gone, and neither have I
3.      My roommate doesn't go, and neither do I
4.      My roommate isn't going, and neither am I

Dan untuk either digunakan setelah auxilliary verb dan kata "not", for example:


1.      My roommate won't go, and I won't(will not) either
2.      My roommate hasn't gone, and I haven't either 
3.      My roommate doesn't go, and I don't either
4.      My roommate isn't going, and I am not either

Hal lain yang harus diperhatikan yaitu untuk pemakaian tobe dan auxilliaries setelah kata "..and.." harus sesuai dengan tobe dan auxilliaries yang digunakan di awal kalimat, seperti :


1.      My wife is talking about it, and so am I
2.      My wife has talked about it, and I have too
3.      My roommate won't go, and neither will I
4.      My roommate doesn't go, and I don't either

Contoh kalimat lainnya:


1.      The manager isn’t too happy with the project, and neither is his assistant.
2.      We can’t study in the library, and he can’t either.
3.      You didn’t pay the taxes, and they didn’t either.
4.      My brother won’t accept my father’s decision, and my sister won’t either.
5.      He doesn’t know the answer, and neither does she.

“Either” and “neither” function in simple statements much like “so” and “too” in affirmative sentences. However, either and neither are used to indicate negative agreement. The same rules for auxiliaries, be and do, does, or did apply. 

 Negative statement + and + [ S + negative auxiliary or be + either]
 Negative statement + and + [ neither + positive auxiliary or be + S ]

 Examples:
 I didn’t see Bella this morning. Edward didn’t see Bella this morning
 I didn’t see Bella this morning and Edward didn’t either.
 I didn’t see Bella this morning and neither did Edward.

 Additional examples:


1.       The children shouldn’t take that medicine, and neither should she.
2.      We don’t plan to attend the concert, and neither do they.
3.      I don’t like tennis, and he doesn’t either.
4.      She didn’t see anyone she knew, and neither did Tim.
5.      The Yankees couldn’t play due to the bad weather, and neither could the Angels.
6.      Mary can’t type well, and her sister can’t either
7.      I’m not interested in reading that book, and neither is she.
8.      They won’t have to work on weekends, and we won’t either.
9.      I can’t stand listening to that music, and she can’t either.
10.  Michael doesn’t speak English, and his family doesn’t either.
11.  That scientist isn’t too happy with the project, and neither are her supervisors.
12.  We can’t study in the library, and they can’t either.
13.  I haven’t worked there long, and neither have you.
14.  You didn’t pay the rent, and she didn’t either.
15.  They didn’t want anything to drink, and neither did we.
16.  John shouldn’t run so fast, and neither should you.
17.  The students won’t accept the dean’s decision, and the faculty won’t either.
18.  Your class hasn’t begun yet, and neither has mine.
19.  She couldn’t attend the lecture, and her sister couldn’t either.

20.  He didn’t know the answer, and neither did I


SUMBER :
http://hikmawandiny.blogspot.com/2014/01/affirmative-and-negative-agreement.htm
http://fnflife.blogspot.com/2010/07/affirmative-negative-aggrement.html
http://ratnatriutamii.blogspot.com/2014/03/affirmative-negative-agreement.html
http://meginugrahawa.blogspot.com/2015/04/affirmative-negative-agreement.html

Thursday, 25 December 2014

KARANGAN

KARANGAN

Karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Karangan diartikan pula dengan rangkaian hasil pikiran atau ungkapan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur.

MACAM - MACAM KARANGAN

Berikut ini ialah macam-macam karangan menurut tujuannya, dan beserta pengertiannya:

1. NARASI,
Adalah karangan yang berisi tentang rangkaian peristiwa yang susul-menyusul sehingga membentuk alur cerita.

Ciri-ciri/karakteristik karangan Narasi :
a. Menyajikan serangkaian berita atau peristiwa
b. Disajikan dalam urutan waktu serta kejadian yang menunjukkan peristiwa awal sampai akhir
c. Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian
d. Latar (setting) digambarkan secara hidup dan terperinci

Jenis-jenis narasi
a. Narasi informatif adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang.

b. Narasi ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Dalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan biasanya, satu orang. Pelaku diceritakan mulai dari kecil sampai saat ini atau sampai terakhir dalam kehidupannya. Karangan narasi ini diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku pada penulisan narasi ekspositprik. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsursugestif atau bersifat objektif.

c. Narasi objektif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsur sugestif atau bersifat objektif.

d. Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat.
Narasi dibangun oleh sebuah alur cerita. Alur ini tidak akan menarik jika tidak ada konfiks. Selain alur cerita, konfiks dan susunan kronologis. Ciri-ciri karangan narasi menurut Atar Semi (2003:31) adalah sebagaiu berikut:
Berupa cerita tentang peristiwa atau pengaalaman penulis.
Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya.
Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik.
Memiliki nilai estetika.
Menekankan susunan secara kronologis

2. DESKRIPSI,
Adalah karangan yang berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, merasa atau mendengarkan hal tersebut.

Ciri-ciri / karakteristik karangan deskripsi :
a. Melukiskan atau menggambarkan suatu objek tertentu
b. Bertujuan untuk menciptakan kesan atau pengalaman pada diri pembaca agar seolah-olah mereka melihat, merasakan, mengalami atau mendengar, sendiri suatu objek yang dideskripsikan
c. Sifat penulisannya objektif karena selalu mengambil objek tertentu, yang dapat berupa tempat, manusia, dan hal yang dipersonifikasikan
d. Penulisannya dapat menggunakan cara atau metode realistis (objektif), impresionistis (subjektif), atau sikap penulis

Jenis Karangan Deskripsi
Secara garis besar ada 2 macam bentuk karangan deskripsi :

a) Deskripsi Ekspositori
Merupakan karangan yang sangat logis, biasanya merupakan daftar rincian atau halyang penting-penting saja yang disusun menurut sistem dan urutan-urutan logis obJek yang diamati.

b)  Deskripsi Impresionatis
Merupakan karangan yang menggambarkan impresi penulisnya, atau untuk menetralisir pembacanya. Deskripsi impresionistis ini lebih menekankan impresi atau kesan penulisnya ketika melakukan observasi atau ketika melakukan impresi tersebut.

3. EKSPOSISI,
Adalah karangan yang berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan.

Ciri-ciri/karakteristik karangan Eksposisi :
a. Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya
b. Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi (data faktual)
c. Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan kehendak
d. Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada
e. Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi atau tentang proses kerja sesuatu

Berdasarkan cara atau metode penguraiannya, karangan eksposisi dapat dibedakan ke dalam beberapa karangan eksposisi. Ada beberapa jenis pengembangan dalam paragraf eksposisi :
eksposisi definisi
eksposisi proses
eksposisi klasifikasi
eksposisi ilustrasi (contoh)
eksposisi perbandingan & pertentangan, dan
eksposisi laporan

4. ARGUMENTASI,
Adalah karangan yang bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat atau kesimpulan dengan data/fakta/konsep sebagai dasar/alasan/bukti.

Ciri-ciri/karakteristik karangan Argumentasi :
a. Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan pengarang sehingga kebenaran itudiakui oleh pembaca
b. Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta,grafik, tabel, gambar
c. Dalam argumentasi pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat atau pandangan pembaca
d. Dalam membuktikan sesuatu, pengarang menghindarkan keterlibatan emosi dan menjauhkan subjektivitas
e. Dalam membuktikan kebenaran pendapat pengarang, kita dapat menggunakan bermacam-macam pola pembuktian

Paragraf argumentasi memiliki dua pola pengembangan, yakni sebagaimana berikut :
Sebab ke akibat, yakni tipe pola pengembangan paragraf argumentasi yang berawal dari moment yang dikira sebagai pemicu, selanjutnya menuju pada ikhtisar yang berbentuk dampak atau akibat yang disebabkan dari suatu kejadian.
Akibat ke sebab, ialah paragraf ini di mulai dari menjelaskan satu persoalan yang dikira sebagai akibat selanjutnya bergerak menuju perihal yang dikira sebagai pemicu persoalan.

5. PERSUASI,
Adalah karangan yang bertujuan mempengaruhi emosi pembaca untuk berbuat sesuatu sesuai keinginan penulis, atau karangan yang bersifat ajakan.

Ciri-ciri karangan persuasi :
a. Persuasi berasal dari pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah.
b. Harus menimbulkan kepercayaan para pembacanya.
c. Persuasi harus dapat menciptakan kesepakatan atau penyesuaian melalui kepercayaan antara penulis dengan pembaca.
d. Persuasi sedapat mungkin menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan supaya kesepakatan pendapatnya tercapai.
e. Persuasi memerlukan fakta dan data.


PERBEDAAN KARYA ILMIAH DAN NON ILMIAH, DAN CIRI-CIRINYA
       
KARANGAN ILMIAH

Karangan ilmiah merupakan karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisaan yang baik dan benar. Karangan ilmiah harus ditulis secara jujur dan akurat berdasarkan kebenaran tanpa mengingat akibatnya.kebenaran dala karangan ilmiah itu adalah kebenaran yang objektif-positif, sesuai dengan data dan fakta di lapangan dan buka kebenaran yang normatif

Ciri-ciri Karangan ilmiah:
a. Menyajikan fakta objektif secara sistematis.
b.Pernyataannta cermat, tepat, tulus, dan benar, serta tidak membuat terkaan.
c. Penulisnya tidak mengejar keuntungan pribadi.
d.Penyusunannya dilaksanakan secara sistematis, konseptual dan procedural.

Contoh Karangan ilmiah :

a) Makalah
Lazimnya, makalah dibuat melaluikedua cara berpikir tersebut. Tetapi, tidak menjadi soal manakala disajikan berbasis berpikir deduktif (saja ) atau induktif (saja). Yang penting, tidak berdasar opini belaka.

b) Skripsi
Skripsi adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana(S1). Bobotnya 6 satuan kredit semester (SKS) dan dalam pengerjakannya dibantu oleh dosen pembimbing. Dosen pembimbing berperan ‘mengawal’ dari awal  sampai akhir hingga mahasiswa mampu mengerjakan dan mempertahankannya pada ujian skripsi.


c) Tesis
Tesis merupakan jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan tajam dibandingkan skripsi. Ditulis untuk menyelesaikan pendidikan pasca sarjana. Mahasiswa melakukan penelitian mandiri, menguji satu atau lebih hipotesis dalam mengungkapkan ‘pengetahuan baru’.

d) Disertasi
Pencapaian gelar akademik tertinggi adalah predikat Doktor. Gelar dotor (ph.D) dimungkinkan manakala mahasiswa (s3) telah mempertahankan disertasi dihadapa Dewan Penguji Disertasi yang terdiri dari profesor atau Doktor dibidang masing-masing.

e) Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah, bisa ditulis secara khusus, bisa pula ditulis berdasarkan hasil penelitian semisal skripsi, tesis, disertasi atau penelitian lainnya dalam bentuk lebih praktis.

KARANGAN NON ILMIAH

Karangan non ilmiah merupakan karangan yang sudah lazim digunakan dalam dunia tulis-menulis, karangan non ilmiah biasa disebutkan dengan karangan fiksi ataupun non fiksi, perbedaan yang cukup mencolok dari kalangan ilmiah dengan karangan non ilmiah adalah pada karangan ilmiah bersifat hasil penelitian sehingga faktual objektif sedangkan karangan non ilmiah adalah karangan yang bebas dan berasal dari pemikiran sang penulis itu sendiri contohnya adalah novel, roman, cerpen, puisi, dan lain sebagainya.

Ciri-ciri karangan non ilmiah:
a. Ditulis berdasarkan fakta pribadi.
b. Fakta yang disimpulkan objektif
c. Gaya bahasa konotatif dan populer
d. Tidak memuat hipotesis
e. Penyajian dibarengi dengan sejarah
f. Bersifat imajinatif

Contoh karangan Non Ilmiah :
a. Cerpen  : Suatu prosa naratif fiktif
b. Novel   : Prosa yang mengungkapkan cerita kehidupan seseorang dengan orang lain disekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat.
Contoh (cerita hantu jeruk perut karya Yennie Hardieidjaja dan synopsis telenevola Maria Mercedes).
c. Artikel  : Karangan yang bersifat fakta dan seara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan melalui koran, majalah, buku, dan sebagainya.


KRITERIA METODE ILMIAH

1. Berdasarkan Fakta
Keterangan-keterangan ataupun  penjelasan-penjelasan  yang ingin diperoleh dalam hal  penelitian, baik yang akan dikumpulkan  lalu kemudian    dianalisa haruslah berdasarkan   fakta-fakta serta  data  yang  nyata. Janganlah penemuan dan pembuktian itu didasar-kan pada daya khayal dan   kira-kira ataupun  legenda-legenda maupun  kegiatan  yang sejenis itu.

2. Bebas dari Prasangka
Metode ilmiah harus memiliki  sifat bebas dari  prasangka, bersih dan jauh dari pertimbangan yang subjektif. Mennggunakan  suatu fakta harus dengan alasan dan bukti yang lengkap serta dengan pembuktian yang objektif.

3. Menggunakan Prinsip Analisa
Dalam memahami serta memberikan  arti terhadap fenomena yang  sangat kompleks, haruslah  menggunakan  prinsip analisa. Seluruh  masalah harus dicari sebab-musababnya  serta cara pemecahannya dengan memakai  analisa yang masuk akal , Fakta yang mendukung jangan  dibiarkan sebagaimana adanya atau hanya dibikin  deskripsinya saja. Akan Tetapi seluruh kejadian harus dicari sebab-akibat dengan menggunakan analisa yang tajam.

4. Menggunakan Hipotesa
Dalam metode ilmiah, peneliti itu  harus dituntun dalam proses berpikir dengan menggunakan analisa. Hipotesa harus ada untuk memecahkan suatu  persoalan serta memadu jalan pikiran ke arah tujuan yang  hendak  dicapai sehingga hasil yang ingin diperoleh akan mengenai sasaran secara  tepat. Hipotesa merupakan pegangan yang khas dalam menuntun jalan pikiran  sang peneliti.

5. Menggunakan Ukuran Obyektif
Kerja penelitian dan analisa harus dinyatakan dengan ukuran yang memang  objektif. Ukuran tidak boleh didapat hanya berdasarkan  merasa-rasa atau menuruti hati nurani. Pertimbangan-pertimbangan harus dibikin secara objektif dan dengan menggunakan pikiran yang sadar.

6. Menggunakan Teknik Kuantifikasi
Dalam memperlakukan data ukuran yang besifat  kuantitatif yang biasa  harus digunakan, kecuali untuk artibut-artibut yang tidak dapat dikuantifikasikan Ukuran-ukuran seperti ton, mm, per detik, ohm, kilogram, dan sebagainya harus senantiasa  digunakan Jauhi ukuran-ukuran seperti: sejauh mata memandang, sehitam aspal, sejauh sebatang rokok, dan sebagai¬nya Kuantifikasi yang termudah adalah dengan memakai ukuran nominal, ranking dan rating.

SIKAP ILMIAH

Sikap Ilmiah adalah suatu sikap yang menerima pendapat orang lain dengan baik dan benar yang tidak mengenal putus asa serta dengan ketekunan juga keterbukaan. Sikap ilmiah merupakan sikap yang harus ada pada diri seorang ilmuwan atau akademisi ketika menghadapi persoalan-persoalan ilmiah untuk dapat melalui proses penelitian yang baik dan hasil yang baik pula. Sikap ilmiah ini perlu dibiasakan dalam berbagai forum ilmiah, misalnya dalam seminar, diskusi, loka karya, sara sehan, dan penulisan karya ilmiah.

Metode Ilmiah didasari oleh adanya sikap ilmiah.  Sikap-sikap ilmiah tersebut meliputi :
1. Obyektif terhadap fakta.
2. Tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan bila belum cukup data yang mendukung kesimpulan itu.
3. Berhati terbuka artinya menerima pandangan atau gagasan orang lain.
4. Tidak mencampur adukkan fakta dengan pendapat.
5. Bersikap hati-hati.
6. Sikap ingin menyelidiki atau keingintahuan (couriosity) yang tinggi.
7. Sikap menghargai karya orang lain.
8. Sikap tekun.
9. Sikap berani mempertahankan kebenaran.
10. Sikap menjangkau ke depan.

Didalam melakukan penelitian atau pengamatan tidak terlepas dari kegiatan atau eksperimen. Eksperimen sangat menarik, tetapi sekaligus membahayakan.  Untuk itu, kita perlu mempunyai sikap dalam melakukan pengamatan supaya dalam bereksperimen dapat berjalan dengan baik.


Adapun langkah-langkah yang dilakukan  dalam metode ilmiah sebgai berikut
1.Memilih dan mendefinisikan masalah
2.survey pada data yang tersedia
3.Mempormulasikan hipotesis
4.memnbangun kerangka analisis
5.mengumpulkan data primer
6.Mengolah,menganalisis dan membuat interpretasi (penapsiran)
7.membuat generelasi atau membuat kesimpulan
8.membuat laporan dari penelitian


Daftar pustaka :
http://huzaeniridwan.blogspot.com/2014/02/kriteria-metode-ilmiah.html
http://noerkasanahsecret.blogspot.com/2014/03/metode-ilmiah-dan-sikap-ilmiah.html
http://rachman-mzr.blogspot.com/2013/04/karangan-dan-perbedaan-karya-ilmiah-dan.html
http://baddaysp.blogspot.com/2013/04/perbedaan-karangan-ilmiah-dan-non-ilmiah.html
http://nasi99.wordpress.com/2011/04/15/macam-macam-karangan-dan-pengertiannya/
http://www.pengertianahli.com/2013/12/pengertian-karangan-dan-jenis-karangan.html
http://fuzudhoz.blogspot.com/2014/01/jenis-karangan-ciri-perbedaan-dan.html
http://anitaherma.blogspot.com/2013/03/ciri-ciri-paragraf-persuasi.html